Senin, 30 Juni 2014

Pekikan Kalimat Inspirasi

Dibawah ini, beberapa kutipan kalimat menginsipirasi yang saya dapatkan ketika berbicang-bincang dengan sejumlah kawan dilingkungan sekitar, mulai dari kalangan tokoh pemuda, budaya, agama serta tak punya kapasitas apapun selain menjabat sebagai pemimpin keluarga.

“Usaha itu bagian dari seni, dan seni butuh ketenangan/kepercayaan supya bisa menciptakan maha karya yang luar biasa. artinya klu mampu mengolah ini dengan komitmen dan dorongan dari dalam diri insyallah kesuksesan akan mengikutimu .(Pedagang Pulsa -Mu Korompot)

Fisik Boleh Menua tapi jiwa harus tetap muda (Om Ole-Mongkonai )

Meski tak sesuai dengan harapan tapi paling tidak kita sudah berusaha, hidup ini tentang apa sih, kalau bukan soal proses/perjuangan (Move On-Enzu Paputungan)

Saya Prihatin melihat kondisi budaya adat khusunya bahasa yang makin hari kian punah 
( Tete Kisman Mokodompit-Wangga)

Seharusnya media cetak lokal dan eletronik menjadi ujung tombak perubahan daerah Bolmong Raya (Iswahyudi Masloman-Penyiar Dc Fm Kotamobagu)

Kamis, 08 Mei 2014

Bercerita Dalam Foto

Catatan ini saya copas di sebuah blog, setelah membaca tulisannya  ada daya tarik tersendiri, ada rasa gejolak yang lahir dari jiwa yang menuntun kita untuk berkarakter seperti dia ..


Bercerita Dalam Foto


Pastinya ada banyak sekali alasan kenapa Kita mencintai fotografi, dan alasan yang paling sederhana adalah karena sebuah foto atau foto berseri yang memiliki cerita pada saat kita melihatnya. Selama berabad-abad orang-orang berkumpul di sekitar api unggun, alun-alun tengah kota, makan bersama dan menceritakan kisah mereka masing-masing, dan ini sudah menjadi sebuah kebiasaan bahkan kebudayaan yang sering dilakukan. Sekarang sedikit banyaknya hal tersebut mulai bergeser, banyak orang-orang tua yang mengeluh bahwa seni bercerita telah hilang seiring dengan berkembangnya teknologi.

Ilustrasi diatas memang ada benarnya, tetapi kemungkinan juga hanya cara kita bercerita telah berubah. Salah satu media untuk bercerita pada era sekarang adalah lewat fotografi digital. Sebuah foto memiliki kemampuan untuk menunjukkan emosi, gairah, narasi, gagasan serta pesan, dan semua itu adalah elemen-elemen penting dari aktifitas "bercerita". Tentu saja menceritakan sebuah kisah bukanlah suatu hal yang terjadi begitu saja. Seorang pencerita atau pendongeng yang baik pasti telah belajar bagaimana bercerita dan mengaplikasikan keahlian mereka. Berikut ini adalah beberapa tips bercerita lewat fotografi.
CERITA PENDEK
Cerita datang di semua bentuk serta ukuran. Beberapa adalah cerita panjang (novel sampai trilogi) tetapi lainnya bisa merupakan cerita pendek, jika kita melihat dari sudut pandang fotografi bisa jadi itu merupakan satu atau dua foto yang bisa bercerita. Kebanyakan fotografi surat kabar cocok dalam kategori foto cerita, dimana satu foto menggambarkan esensi dari sebuah cerita yang disertakan dalam surat kabar tersebut. Dalam surat kabar tidak memiliki beberapa frame eksklusif yang berisi perkenalan, ulasan, serta kesimpulan, jadi surat kabar hampir selalu berusaha menceritakan kisah tentang satu aktifitas daripada cerita atau event yang panjang.
Foto : Tanda Larangan Masuk diambil dilingkungan satlantas polres bolmong
Foto yang bisa bercerita memerlukan sesuatu yang unik untuk menarik perhatian orang. Mereka biasanya memiliki focal point yang secara narasi atau visual mengarahkan orang ke dalam foto tersebut. Foto yang berisi cerita pendek kebanyakan membawa penikmat foto agar bertanya-tanya dan berpikir tentang apa yang mereka lihat, bukan karena mereka tidak mengerti, melainkan karena timbul sebuah intrik dan membayangkan apa yang terjadi di balik foto tersebut, dan menerka-nerka adegan-adegan berikutnya setelah gambar tersebut diambil.
Ciptakan Hubungan
Ketika bercerita melalui satu gambar atau foto pertimbangkan untuk memasukkan lebih dari satu orang ke dalam frame, melakukan ini berarti Anda memasukkan unsur "relasi" ke dalam foto, dimana akan menumbuhkan pengalaman visual orang yang melihat foto. Perlu diingat, berhati-hatilah melakukan framing terhadap orang kedua dari foto Anda bisa menambah cerita yang Anda coba ceritakan. Meninggalkan bukti orang kedua yang tak terlihat dalam foto bisa menimbulkan pertanyaan  pada benak orang yang melihat foto Anda (Contoh: sebuah foto seseorang yang sendirian di meja dengan Dua gelas kopi di depannya, atau foto seseorang yang seolah-olah berbicara pada orang yang tak terlihat). Elemen yang tidak terlihat bisa merubah cerita cukup signifikan.

Berpikirlah Tentang Konteks
Apa yang terjadi di sekitar subyek? Apa yang ada pada background? Apa yang diceritakan elemen lain dalam foto tentang subyek utama dan apa yang terjadi dalam hidup mereka? Tentu Anda tidak ingin terlalu melakukan skenario pada background Anda, melakukannya akan mengakibatkan foto Anda menjadi klise.

CERITA DENGAN FOTO BERSERI
Salah satu kesalahan yang biasa ditemukan pada seorang fotografer pemula, adalah mereka cenderung berusaha menempatkan setiap elemen cerita ke dalam setiap foto yang diambil. Hal ini akan menghasilkan foto bisa dikatakan 'sedikit kacau' dimana di dalam foto tersebut ada banyak focal point dan itu akan membingungkan orang yang melihatnya. Salah satu cara yang bisa menghindari hal ini dan tetap bertujuan menyampaikan sebuah cerita adalah dengan mengambil foto berseri, dengan artian apa yang Anda lakukan adalah membuat semacam film dengan menggunakan foto Anda. Seperti yang kita ketahui sebuah film adalah ribuan foto yang berurutan dan berjalan bersamaan untuk menyampaikan sebuah cerita.

Foto berseri yang digunakan untuk menyampaikan cerita bisa dalam berbagai bentuk, termasuk dua atau tiga foto yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah frame atau kolase berisi ratusan foto yang diatur dalam sebuah album. Foto berseri yang bisa mudah ditemukan dan sangat familiar adalah aktifitas fotografi yang Kita lakukan pada saat liburan. Sadar atau tidak, foto berseri tersebut merupakan dokumentasi dari pengalaman kita berlibur selama beberapa hari atau minggu, bahkan bulan. foto berseri yang lain adalah foto pernikahan, pesta, konferens, dan lain-lain.

Struktur
Saya tidak mempelajari secara khusus tentang apa itu seni bercerita, tetapi bukankah sejak duduk di bangku sekolah Kita mempelajari bagaimana berkreasi dengan tulisan? dan sebuah cerita yang bagus tidak muncul begitu saja, mereka butuh perencanaan dan terstruktur. Sebelum mememulai dunia fotografi, cerita Anda tergantung dari tipe foto yang ingin diceritakan. Cerita-cerita dasar biasanya akan terdapat elemen-elemen seperti perkenalan, plot/body dan kesimpulan

1. Perkenalan/Introduksi - Foto yang menempatkan gambar ke dalam konteks. Foto ini memperkenalkan carakter penting yang ada di dalamnya, berikan informasi tentang dimana tempat kejadian terjadi, berikan tone agar foto bisa bercerita dan menginformasikan tema cerita yang berliku. Sesi perkenalan dibutuhkan untuk menuntun penikmat foto ke dalam badan cerita, jika Anda pernah membaca sebuah novel, seringkali beberapa paragraf pertama sangat menentukan apakah orang akan membeli serta membaca sampai habis novel itu atau tidak. Hal yang sama juga berlaku  pada cerita berbentuk visual. Foto perkenalan/introduksi akan memberikan suatu alasan pada orang untuk melihat lebih dalam lagi. Seperti pada album foto travelling, foto-foto awalnya akan memperlihatkan seseorang yang lagi berkemas, sertakan foto close up peta tujuan atau tiket untuk memperkuat cerita yang ingin disampaikan.

2. Plot - Cerita yang baik adalah lebih dari kata-kata kosong. Mereka seharusnya berisi gagasan, perasaan, pengalaman dan lain-lain pada tingkat yang lebih dalam. Foto yang berisi plot cerita mungkin akan berisi cerita yang lebih dominan, mereka menunjukkan apa yang sedang terjadi tetapi tetap berisi tema dan gagasan. berikut ini merupakan beberapa contoh tema foto cerita:
·                     Tema visual: Warna serta bentuk yang sering muncul, sebagai contoh album yang berisi foto-foto bangunan dengan bentuk hampir sama serta laut yang biru. Foto-foto seperti itu akan memunculkan karakter yang sangat kuat.
·                     Tema style: gaya serta teknik fotografi yang berulang, contohnya ketika Anda berlibur di suatu tempat wisata, cobalah untuk memotret foto makro bunga-bunga secara berseri, dan ketika teman Anda melihat koleksi foto tersebut, dia akan menemukan koleksi foto bunga-bunga dari tempat yang berbeda.
·                     Tema lokasi: Memotret jenis tempat yang mirip atau sama, contoh: memotret tempat dengan background dan aktifitas yang sama, seperti pasar tradisional di berbagai daerah. Anda akan menemukan keunikan dari kemiripan serta perbedaan diantara pasar-pasar tradisional tersebut.
·                     Tema Relasi/Hubungan : Memotret dengan fokus ke seseorang. Mencoba menangkap cerita suasana hati dari seseorang yang dekat dengan kita atau bisa juga dokumentasi hubungan personal teman-teman kita, saudara, pasangan, dan lain-lain.

Sebuah foto seri yang bercerita bisa terbentuk dari satu atau lebih tema. Tidak semua foto travelling akan muat dengan hanya satu tema, tetapi ketika Anda berusaha mewujudkannya dan berhasil, semua pasti akan terbayar lunas. Terkadang tema foto akan muncul ketika Anda sedang berada di dalam aktifitas fotografi itu, seperti ketika muncul ide baru ketika berada dalam perjalanan travelling. Tetapi banyak juga yang memang harus dipertimbangkan serta dipersiapkan. Seperti contoh diatas, dimana tema 'pasar' serta 'bunga' merupakan sebuah tema yang harus di pertimbangkan sebelum melakukan perjalanan. Rencanakan sebuah tema dan carilah tempat untuk mewujudkan foto-foto Anda.

Beberapa fotografer bahkan menuliskan sendiri daftar foto yang harus mereka ambil (foto pernikahan), dan yang lain hanya sekedar mengingat-ingat daftar itu di pikiran mereka. Kebanyakan fotografer yang baik adalah mereka yang memiliki kemampuan tidak hanya memotret secara spontan, tetapi juga merencanakan serta mewujudkan foto-foto dalam sebuah tema fotografi.

3. Kesimpulan - Pencerita yang baik selalu memperhatikan bagaimana cerita tersebut berakhir. Kesan akhir sangat diperhitungkan dan pastinya mempertimbangkan foto akhir/penutup akan sangat menentukan kesan dari penikmat foto Anda. Anda hendaknya membuat cerita tersebut singkat dan rapi, dan cerita yang bagus terkadang membuat orang penasaran, tetapi pertimbangkan juga bagaimana jalannya akhir cerita. Sebagai contoh pada album foto travelling, sertakan foto atau gambar matahari tenggelam di waktu senja, atau foto air port, pesawat terbang, makan malam terakhir liburan, dan lain-lain
Editing
Seperti pada novel, sebelum terbit mereka selalu melewati tahap yang dinamakan editing. Novel tersebut dikaji ulang dan di edit sampai ke dalam bentuk yang siap jual. Hal ini berlaku juga pada fotografi yang bercerita, editing dilakukan dari satu foto seperti cropping, sharpening, color enhancement, dan lain-lain sampek ke presentasi foto secara berseri. Ketika menyusun dan mepresentasikan foto berseri, pemilihan foto merupakan pertimbangan yang sangat penting. Pisahkan foto yang bercerita dan foto orang terdekat dalam album yang terpisah.
sumber : http://www.infotografi.com/2012/07/bercerita-lewat-fotografi.html


Minggu, 12 Januari 2014

Penyakit Mematikan Serang Solimandungan, Ratusan Orang Meninggal


Bolmong – Dahulu kala sekelompok orang pergi  mencari tempat perkebunan yang cocok, awalnya mereka sempat mendapati pemukiman yang bernama Idogalan, seiring berjalannya waktu, tiba-tiba mereka diserang oleh penyakit mematikan dilokasi tersebut, entah penyakit itu datangnya darimana?. Yang pasti  ratusan orang meninggal kala itu.

Penyakit itu akan memakan korban lagi sehingga para kelompok tadi berpindah untuk mencari pemukiman baru yang jauh dari penyakit. merekapun tiba pada pemukiman yang luas dan cocok untuk dijadikan tempat tinggal yang diberi nama oleh kelompok yakni pogaledo, sayangnya mereka tidak lama di lokasi itu karena beberapa orang orang dari kelompok itu meninggal disebabkan oleh penyakit yang sama. 

Perjalanan pun dilanjutkan dengan melewati pergunungan dan rimba hingga pada akhirnya mereka tiba  pada pemukiman Notolindungan yang memiliki lahan yang luas dan cocok untuk bertanam, sehingga apapun resiko itu mereka tetap bertahan dilokasi tersebut, mereka lebih memilih tetap tinggal meski penyakit menggerogoti. Lama-lama kemudian para kelompok tadi melakukan musyawarah untuk membentuk serta menamakan sebuah lokasi itu sebagai area tempat tinggal, terbentuklah Desa solimandungan pada tahun 1967. Masyarakat Desa Solimandungan memiliki mata pencaharian sebagiannya adalah petani.  

Begitulah kira-kira cerita singkat sejarah terbentuknya Desa solimandungan.

Kurangnya Data, Informasi serta cerita rakyat yang hingga kini belum terangkum mendapat kesulitan bagi Saya Sehingga  untuk melakukan penyelusuran sejara-sejarah desa selalu mendapatkan kendala.. 

(Maaf Tulisanya agak Garing)


Sabtu, 04 Januari 2014

Warga Tunding PNPM Tidak Maksimal

Bolmong -Sejumlah warga yang berada dipesisir Objek wisata Pantai Bungin indah menunding Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri) tidak maksimal, pasalnya, program pengembangan objek wisata seperti Payung, dan pos jaga tidak sesuai dengan  harapan masyarakat.
Warga Motabang saat diwawancarai didepan pintu masuk 
pantai bungin indah 

Salah Satunya Salam Paputungan,menurutnya pembangunan pengembangan objek wisata terkesan asal jadi " ini pos jaga, dan payung sudah rusak, bangunannya pun tidak seperti yang kami harapkan" ujar Salam Paputungan kepada awak media saat ditemui di lokasi objek wisata pantai bungin indah. Jum'at,
( 03/01) siang ini.

Kepada media, ia menyebutkan anggran untuk Program nasional masyakat mandiri dalam pembangunan infrastruktur pengembangan objek wisata kurang lebih senilai 200.000.000. juta rupiah.
 " papan proyeknya sudah lama tidak ada, hilang entah kemana, yg saya ingat itu  anggaran PNPM itu 200.000.000 juta rupiah" tutupnya.

Pantai Bungin Indah, Penuh Tumpukan Sampah

Bolmong.- Beginilah potret objek wisata di pantai bungin indah didesa motabang kecamatan lolak kabupaten bolaang mongondow (bolmong).
tumpukan sampah yang berserakan dipantai bungin indah

 sejak empat bulan terakhir pantai bungin, objek wisata andalan lolak, dikotori sampah kiriman plastik dan kayu. hal ini tentunya sangat menggangu aktivitas wisatawan, selain menganggu pemandangan, banyaknya sampah juga hendak dikeluhkan wisatawan " Sudah lama tumpukan sampah ini disini dari plastik, kelapa,hingga kayu kering, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari petugas kebersihan setempat, " Kata fandy salah satu PNS yg berkunjung dilokasi tersebut, Jum'at, (03/01).

Ditempat yang berbeda Beres Paputungan selaku ketua eko wisata yang bertanggung jawab dilokasi itu, menjelaskan rencananya dirinya akan berupaya untuk melakukan pembersihan hanya saja untuk saat ini pihaknya masih ada pembangunan infrastukur sehingga untuk pembersihan pantai masih terhenti. " Kami masih fokus dengan pembuatan infrastruktur, seperti pembuatan MCK " ucapnya saat ditemui didepan pintu masuk Pantai bungin.

seperti diketahui, objek wisata pantai bungin indah ini, masih dikelola oleh masyarakat setempat yang terdiri dari  para pemilik lahan. 

Sabtu, 05 Oktober 2013

Hanya Sekedar Simpati Saja

Perkenalan bermula dari sebuah Media Online yang dinamakan dengan “Wechat” Pertemuan itu tidak cukup lama, hanya berkenalan dengan menggunakan Media Social wechat yang juga merupakan media hampir sama persis dengan Facebook, hanya saja ada beberapa Item dan Fitur yang tak bisa kita ketahui, dan sifatnya  “Privasi”.

Ia seorang  wanita, Berjilbab sesuai dengan Foto Profil yang Ia pasang,  tak tau seperti apa karakternya, Maklumlah kita belum langsung bertatap muka, tapi yang jelas dari gambar-gambar yang Ia buat mampu menggambarkan sifat keaslinya. Apapun yang ia rasakan selalu saja diungkapkan dengan Gambar-Gambar Itu.

Dibawah ini beberapa karyanya yang hanya digambar dengan sebuah peralatan mengambar seadanya.


Saat Sang Pria Memberikan Bunga Kebahagian
kepada Sang Istrinya.
 Ini membuktikan bahwa Kebahagian itu bukan dinilai dari
semahal dan sebesar apa materi yang kau berikan tapi ketulusan, kecintaan dan kesetian itulah yang perlu

Entah Siapa Ini, yang pasti  seorang kekasihnya

Gambar dihutan yang dikeliling pohon rindang sambil berdua
 rasanya ada kebahagian dan harapan disana

Mungkin Dia lagi sedih..Kasihan
Apapun yang terjadi tetaplah tersenyum
Inilah dia


Hidup itu bagaikan seperti gambar-gambar itu, ada Harapan, Impian, Senang, Sedih tapi pada akhirnya Kau adalah kau sebenarnya. Semangat dan terus berkarya Prily Dotulong..

Selasa, 10 September 2013

Rindu Dengan Bangselang

Bolaang Mongondow – Jauh berpuluh-puluh tahun lalu kata Bangselang sering terdengar di telinga kita apalagi kalau saat malam tiba. Kata Bangselang menggambarkan sosok manusia yang jahat dan bertubuh besar, tugasnya adalah menculik anak dan membunuhnya, salah satu bagian tubuh dari anak tersebut akan diambil dan ditanam dalam suatu bangunan entah itu Jembatan, Mall dan Perkantoran tujuanya agar bangunan tersebut bisa tetap berdiri dengan  kokoh dan kuat.
Ilustrasi 
 Menurut perkataan orang tua dulu, Bangselang ini sering keluar malam berjalan diseputaran Bolaang Mongondow untuk menculik anak dan memenggal kepalanya serta badanya dibuang. Sosok bangselang ini pun digambarkan dengan manusia yang berbadan besar dan wajah yang sadis.

Fenomena ini menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat untuk menakut-nakuti seorang anak.  kata bangselang kerap muncul saat anak-anak keluar malam, “Lua’i au, Oyu’on in Bangselang ” yang artinya jika anda keluar maka akan ketemu dengan bangselang. Meski banyak anak-anak yang tetap memaksa untuk keluar tapi sebelum jam sembilan malam ia akan pulang dengan secepatnya. Sebuah mantra yang ampuh meski Bangselang ini tidak pernah dilihatnya.

Seiring berjalanya waktu, Kata Bangselang kian memudar bahkan hilang ditelan zaman, kini anak-anak bebas keluar malam dan pulang kapan saja Ia mau. Rindu dengan  Sebuah kata mantra ajaib itu, kapan lagi ia ada di bumi totabuan ?!