Rabu, 24 Juli 2019

"Ngeblog Dengan Hati" Sebuah Buku dari Hasil Cingkeh

"ngeblog dengan hati" begitu judul cover buku yg dibeli kawan saya ini di toko buku gramedia kotamobagu.  kebetulan toko buku ini baru tenar dikampung saya. 
namanya ilam, biasa sya sapa dengan lalamse sbuah panggilan akrab sya. 

kisah mulanya buku ini, asadap..xixixix. awalnya kami hanya berniat menjual sekarung cingkeh entah kenapa tiba2 dia bilang mampir digramedia untk menambah koleksi bacaannya.
sesampai disana, kami mulai disibukan dengan mencari2 buku yg cocok sesuai umur. ya sesuai umur tidak berat yang ringan-ringan sja maklum umur semakin tua tentu pola fikir juga semakin tumpul, bukan tumpul karena jarang di asa tapi karena termakan usia. 😅😅. 

setelah kurang lebih 20 menit disana akhirnya dapat juga yg sesuai umur. ilam mengambil  dua buka yg satu tentang politisi yg satu juga tentang sosialis sementara sya  menitipkan satu buku ini agar dia membayarnya.alhamdulilah meskipun harga cingkeh turun karena munkin permaian dari para pemilik pasar ditingkat domestik maupun internasional.. tapi ilam tetap masih berlapang dada untuk membelikan buku meski dalam keadaan memaksa. saya  mengambil buku ini sesuai judulnya, alasanya simpel saya ingin membakar kembali semangat bloggerisme  yg lama tak dijamah. assssiiaaaap...😊😊

terlepas dari persoalan buku,bloger dan cingkeh yang jauh disana. belakangan ini ilam sering aktif dijejaring facebook statusnya beragam mulai dari masalah politik, sosial hingga sttus yang paling berat persoalan kisah carut marut cinta cintaan.  ibarat ada perang dilapisan langit. sulit untuk merasionalkan.😅😅😅. tapi apalah daya tangan tak sampai hanya dia yang mampu selesaikan itu  hanya dia yang bisa mengambil putusan itu. bertahan atau terus melangkah maju. Tindisss Banteng..😀😀

kira-kira sampai disini dlu tulisan kacau dan tak beraturan ini, paling tidak sebagai pemantik semangat menulis kembali sekligus mengusir laba-laba yang lama bersarang di blog ini. 
sekali lagi thaks atas buku hasil cingkehnya bro..

Minggu, 20 Januari 2019

Si Cantik Yang Luput dari Kamera

Senin (07/01/2019) Siang itu, cuaca agak mendung, para petani terlihat sibuk dengan sawah garapanya, sekelompok burung terbang mendekati para petani, terlihat sesekali terbang  dan mendarat disamping petani dan sapi miliknya. Seolah-olah petani,sapi dan burung itu nampak akrab satu dengan yang lainya.
“Baru kali ini saya melihat burung cantik seperti ini”. Kata salah satu Petani. 

Gagang Bayam Timur merupakan burung migran yang daerah penyebaranya meliputi Eropa,Asia Tengah,madagaskar. 

Tubuh si cantik Gagang bayam ini baru pertama kali terlihat di persawahan Desa Solog Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tidak banyak yang tau burung berbulu putih, sayap putih dan hitam serta berkaki panjang berwarna kemerah-merahan ini adalah burung pengembara yang  jalur lintasanya meliputi australia hingga selandia baru

Sabtu, 12 Januari 2019

Pengembara Dunia Nampak Di Solog

Musim Migrasi burung mulai tiba, Burung migran si pengembara dunia ini mulai berlabuh melewati lautan dan samudara.
Sedikitnya ada 73 ekor burung migran jenis gagang bayam terpantau di persawahan Desa  Solog Kabupaten Bolaang Mongondow.  pada 7 Januari 2019.
Beberapa meter dari lokasi saya mengeluarkan kamera membidik ke gagang bayam timur.
Burung migran berbulu putih, Kaki yang panjang Sayap berwarna hitam putih itu justru mempercantik tubuhnya. Ia berjalan menari-nari bak model,seolah ia sadar kamera telah membidiknya.
Gagang Bayam bernama latin Himantopus Himantopus diketahui merupakan burung migran yang daerah peredaranya dari eropa sampai Afrika Sub Sahara dan madagaskar ke timur sampai asia tengah.

Senin, 15 Januari 2018

Malangnya Bukit Teletubies

 Orang-orang sekitar menyebutnya sebagai Bukit Teletubis karna hampara rumput hijau yang luas dan mudah dijangkau dengan jalan kaki, dibawahhnya terdapat sekawanan sapi milik para petani.

namun kini, gunung dan pepohonan disana mulai gundul,pecahan-pecahan batu-batu  berjatuhan didasarnya. bukan krna apa tapi sepertinya dia dihisap oleh tangan2 serakah..dibawah ini ada beberapa foto sebelum dan sesudah mesin-mesin serakah itu melahap rakusnya bukit itu 



Sebelum- Pohon rindang dan hijau  menutupi bukit teletubies (Foto ini diambil pada Tgl 19/02/2017)

Sebelum- dibawah bukit itu terdapat sekawanan sapi milik para petani( Foto ini diambil pada tgl 19/02/2017)

Sebelum- dibawah bukit itu terdapat sekawanan sapi milik para petani( Foto ini diambil pada tgl 19/02/2017)

dibawah bukit itu terdapat sekawanan sapi milik para petani( Foto ini diambil pada tgl 19/02/2017)
Sebelum- Selain peponan  juga terdapat hamparan sawah yang hijau ( Foto ini diambil pada tgl 19/02/2017)

Sebelum- Sisi lain dari pesona gunung teletubies ( Foto ini diambil pada tgl 19/02/2017)


Sesudah- Hamparan rumput rindang yang hijau tergantikan dengan jalan-jalan yang baru dibuat oleh perusahan itu (Foto diambil pada tgl 14/01/2018)

Sesudah- Dari Kejauhan nampak terlihat pepohonan, rumput dan bukit mulai gundul  (Foto diambil pada tgl 14/01/2018)

Sesudah- Nampak terlihat longsor dan berserakan batu-batu  dibawah kaki gunung akibat gundulnya bukit itu (Foto diambil pada tgl 14/01/2018)




===Malangnya bukit Teletubies, Gunung Solog (15/01/2018)===

Selasa, 01 Agustus 2017

Apresiasi Untuk Si Penulis Ini

"Sya bukanlah penulis sekelas Donal yang tulisanya kritis  bukan juga setara Almunawar yang tulisanya membangun dan tidak juga selevel  penulis sastra Neno Karlina Paputungan yang puisinya mampu menguncang Ars. Saya hanyalah orang yang turut mengambil bagian dalam kenangan,karna ada ungkapan bahwa "Menulislah maka kau akan dikenang" Cukup disitu.titik.Ok 
Donal Qumadiansyah Tungkagi
Sebagai penonton dan penikmat setiap  tulisan, saya justru berpatut bangga dan hormat kepada kepada penulis muda ini, sahabat Donal Qumadiansyah Tungkagi, Diqiti begitu saya menyapnya. Saya dan sahabat donal cukup bisa terbilang seperjuangan,sedarah dan sepiring berdua, seperjuangan karena kita sama2 dari perantauan, sedarah karena kita sesuku dan sepiring berdua karena memang kita pernah berbagi makanan di kantor redaksi Gorontalo yang juga ditempati kami sebagai tempat kos.
Mulanya, kita memulai karir dari sama-sama menjadi kulit tinta pada media cukup terkenal di gorontalo mulai dari media radio, online hingga cetak, selama itu pula banya terobosan yang kita lakukan, dari memberanikn diri live report meskipun kecapakan bercerita masih terbata2, bagi kami melaporkan sebuah berita radio meski tidak terstruktur namun rasa senang itu luar biasa krna bisa mendengarkan suara melalui radio. “Sanang skli Pa (dlm logat gorontalo)” Cetus saya ketika mendengar suara saya sendiri. Hehehehe…
Lanjut cerita,sya memutuskan untuk pulang ke kampong tinggalah sahabat donal di gorontalo..kepulangan saya dari gorontalo diikuti dengan putusnya komunikasi dengan sahabat ini.seiring berjalanya waktu dia muncul dengan tiba2..dia muncul sebagai superhero yang menyelamatkan ribuan anak-anak muda sebagai aset masa depan dari sebuah daerah. Dia muncul bukan sebagai superman dalam tayangan film  yang menyelamatkan ratusan penumpang ketika jatuhnya pesawat di tanah lapang. Tapi dia sekedar ada karena keprihatinannya terhadap anak muda yang mulai bersikap “Hedonis”, dia mulai membangun diskusi2 kecil, mempersentasekan buah karya bukunya hingga mengisi pelatihan karya tulis ilmiah bagi kalangan anak muda. Bagi donal Literasi adalah harga mati karena itu adalah pintu gerbang menuju kemerdekaan, dengan tulisan kita bisa mengubah dunia. Apresiasi setinggi2nya untuk sahabat Diqiti, sebagai akhir dari sebuah cerita. Saya ingin menutup dengan satu kata sacral saja. “Menikahlah”  

Selasa, 28 Maret 2017

Kenapa Kau Potong Rambutmu Pay ?

“ada hadits Rasullah yang berbunyi “ barang siapa yang memiliki rambut ia memuliakanya” sampai ada yang mengatakan rambut Rasullah dulu rambutnya sampai leher itu artinya gondrong. Akh entahlah Bung..”

Beberapa hari lalu saya didatangi kawan dekat saya,Rivai Korompot..dia datang seperti biasa sekedar nebeng Wifi Inde Home dirumah saya..sebelumnya dia selalu menelefon untuk memastikan keberadaan saya apakah ada dirumah atau kah diluar..kedatangan dirinya saya senang karena paling tidak saya punya teman di rumah..xixixixix..

Namun sayangnya pada saat dia datang ada yang cukup mengecewakan saya, yakni rambutnya..rambutnya yang saya idam idamkan kini sudah dipotong nya, rambut gondrong dan sedikt bermodel gimbal selalu menjadi gaya tarik sendiri tapi  jujur saja yang dirugikan tentu bukan hanya saya tapi coba bayangkan dengan dipotongnya rambutmu itu berapa ratus ribu buruh diperusahan shampo kehilangan mata pencaharian?, berapa banya penjual shampo enceran yang akan berkurang pendapatanya, dan berapa banyak industri ikat rambut yang gulung tikar, belum lagi para petani  lidah buaya yang terkatung masa depannya pada rambutmu itu..

Saya tidak tau alasan sikapmu untuk memangkas rambutmu yang jelas kau pernah mengatakan bahwa rambut ini pernah menjadi puji-pujian orang banyak..bukankah itu yang kau mau bung, menjadi sorotan orang-orang seperti kau menaiki panggung saat menyanyikan sebuah lagu, rambut gimbal alami dan gondorng seperti dirimu itu adalah simbol kebebasan berekspresi dan berkarya.


Asal kau tau bung, masa mahasiswa dulu kami berlomba-lomba untuk gondrong, karena gondrong itu adalah wujud perjuangan membela kaum-kaum tertindas..kaum2 yang seharunya negara sejahterahkan tapi apalah daya negara belum mampu. 
# Berbahagialah mereka yang gondrong..