Tampilkan postingan dengan label kotamobagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kotamobagu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2019

Pohonku Sayang, Pohonku Malang

     (foto dok : pohon unik dikaki gunung solog)

Siang itu sekira dua tahun lalu, saya melintas dijalan trans provinsi tepatnya didesa solog.
seperti biasa, siapa saja yang melintas diareall persawahan solog akan disuguhkan dengan hamparan sawah,pohon yg rindang dan pemandangan gunung memanjang yang masih terbilang cukup rendah dan mudah didaki,  saya lebih suka menyebut gunung ini sebagai gunung teletabis,kenapa? karena gunung ini beranduk2 ketika melihat dari atas dan hamparan yang hijau.

Dikaki gunung terlihat segerombolan hewan sapi dan para sekawan burung2 berteduh disebuah  pohon yang rindang  unik dan hijau , seolah pohon itu memberikan tempat yang nyaman bagi mereka. Tidak sekedar pohon pada umumnya tapi pohon ini memiliki bentuk yang unik..daun2 melebar  dan dahannya banyak sehingga nampak seperti didunia fantasi.

Tapi sayang, saya baru sadar tepat dimomentum hari pohon sedunia yang disemarakan pada 21 November 2019 pohon itu kini hilang ditebang oleh mereka para cukong2 itu.

" sudah lama pohon ini ditebang" kata warga sembari saya menunjukan foto pohon kepada mereka.Tidak ada yang tau persis kenapa pohon ini ditebang pdahal jika dibiarkan saja tidak juga menggagu aktiftas pekerjaan kalian karena kalau melihat lokasinya tentu sangat jauh dari lokasi penggalian batu2 bahan cement.

     (Foto perayaan hari pohon sedunia, Peluk      erat pohonmu dari tangan2 para penebang) 

Hei kalian sisahkanlah segenggam keindahan untuk anak cucuk kami nikmati..!!!!!!

Jumat, 04 Oktober 2019

KAKI Bagian 2 : Pelopor KAKI


Baiklah, Tooorima kasih Penulis I  atas   pengantar  yang tidak menjelaskan apa-apa itu, namun  cukup menarik sebab  ada satu penggalan kalimat yang bertuliskan era 90an yang kemudian hal tersebut membuat saya berpikir keras, kenapa? Karena diusia yang tak mudah lagi ini harus memutar kembali cerita itu, yang mungkin bukan hanya ada pengalaman disana tapi lebih dari itu “Kenangan” tapi.. Aaahk sudahlah, bukan disitu pointya.

Perkenalan dulu, saya seorang Dosen  di salah satu perguruan tinggi Gorontalo yang disebut sebagai penulis 2. Diperumahan sudut  Gorontalo ini saya disibukan dengan bacaan2 buku bahan ajaran besok pada mahasiswa, tiba2 saya ditelfon oleh rekan lama yang ada di Kotamobagu, yang kini bernama Penulis 1. Dia menawarkan penulisan yang berkesinambungan terkait masalah Keluarga Anak Konservasi Indonesia (KAKI) ini. katanya, ini Proyek penulisan untuk merefleksi kembali ingatan yang lama. Ingat bung “ kita pernah jaya dimasa itu”.  begitu dia menyemangati, Tujuanya memang mulia, sekedar memperkuat silahturahmi dan bernostalgia dengan tulisan, apalagi saat ini muncul penelitian tentang plastic  bahwa meski kita manusia sudah mati dimakan cacing dan  menjadi tulang belulang, sampah plastic tidak bisa terurai.

apakah masalah ini yang akan kita  warisi kepada anak cucu kita ?, tidak..! saya yakin dan percaya inilah salah satu alasan kenapa KAKI pernah dibentuk oleh Mas Ustad2 itu. Kalian Luar biasa Stad..!

Next, Disuatu waktu entah kapanpun itu.. awal kemunculan KAKI ini adalah dipelopori oleh tiga anak muda yang datang dari penjuru nusantara, yang kemudian mendirikan sebuah Taman Pengajian Anak (TPA) Al-Ikhlas, dan merasa senang  dengan kehadiran mereka sebab aktivitas keseharian anak-anak  90an itu dikala sore hari  diisi dengan bermain bola kaki,juga  selingi dengan ikut belajar agama di TPA tersebut. (sebuah kisah yang sulit terulang di era industry 4.0).

Seiring berjalannya waktu mungkin dikarenakan  basic  kelimuan tiga pemuda  yang kami sebut nama mereka dengan Mas Ustad, bukan hanya Agama saja, tetapi konservasi, hutan, pokoknya yang berkaitan dengan Alam, sehingga disetiap akhir pekan kami diajaklah untuk berkun jung  ketempat-tempat dimana Tuhan menampakkan  keindahanNya  yang  disamarkan melalui indahnya pantai dan lautan, serta daerah-daerah pegunungan yang  asri yang dengannya bisa kita temukan ketenangan. Sehingga dengan begitu kita tumbuh danberproses bukan hanya saja belajar  Agama tetapi melalui TPA tersebut, yang sehari-harinya bisa saling bersilaturahim dengan sesama  Manusia  (teman pengajian) sholat berjamaah (Interaksi dengan Tuhan) tapi sekaligus kita diajarkan untuk berinteraksi dengan Makhluk lainnya (Alam) sehingga kami sangat bersyukur di era 90-an walaupun tidak secara langsung namun kita belajar bagaimana hidup menjadi sangat indah dan berbahagia ketika kita mampu menjalin silaturahim dengan sesama Manusia, Tuhan, dan Alam.

Demikian cerita yang mungkin sama seperti penulis  Bag 1 yang tidakmenjelaskan apa-apa maka silahkan dilanjutkan oleh penulis ke 3 Bersambung…

Kamis, 03 Oktober 2019

KAKI Bagian I : Proyek


Asslamualaikum,Wr Wb.

Tabe..!!
Pertama tama saya ucapkan dulu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas izinnya dan perkenanya sehingga kita bisa dipertemukan dalam tulisan ini.  Tak Lupa pula sholawat dan salam  junjungan Nabi besar Kita Muhammad SAW semoga Rahmat Magfiroh tercurahkan dan mengalir dalam tulisan ini terutama para pembaca budiman,baik hati, tidak sombong dan tentunya rajin menabung amal dan ibadahnya kelak .
Amin Ya Robbal Alamin.

Jadi begini, proyek tulisan ini berdasarkan dari kesepakatan tiga orang penulis mengangkat kisah tentang Kelompok Anak Konservasi Indonesia (KAKI). Sengaja kami mengambil judul proyek ini karena ini yang paling sederhana untuk diulas karena mengisahkan tentang perjalanan pecinta lingkungan diera 90an dulu.

Kami sengaja tidak menyebutkan satu persatu nama si penulis, tapi kami menamakan ini sebagai penulis 1, penulis 2 dan Penulis 3. Sebenarnya ada banya ide judul untuk menulis apalagi saat ini indonesia sedang di gonjang ganjing oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab tentu banya sekali isu2 yang menjadi bahan untuk penulisan, tapi untuk memuluskan niat dan menyederhanakan tulisan ini tanpa berfikir keras sekaligus ini adalah langkah awal  untuk menulis. dari penulis 1,2 dan 3 maka kami sepakat untuk menceritakan kisah perjalanan dulu, barangkali dalam setiap maisng-masing penulis mempunyai kacamata dan kisah sendiri atau bahasa kerenya di “segment” yang mungkin disituasi dan keadaan itu tanpa ada penulis 3 atau mungkin penulis 1 atau bisa jadi hanya ada penulis 1 dan 2.  Sampai sini paham to..?! 

Proyek tulisan ini tidak dikejar waktu (Deadline) tergantung dari masing2 Mod,Kesempatan, dan Keuangan karena tentunya butuh kopi dan beberapa batang rokok Cristal, tapi yang jelas penulis 1 sudah ambil bagian untuk menulis ini. Hehehehe..

Sebenarnya tulisan diatas tidak menjelaskan apa2 hanya sekedar mukadimah angap saja ini sebuah perkenalan kepada kalian yang mungkin saat ini sibuk dgn membaca postinga2 orang di beranda Facebook, atau mungkin sedang saliing tawar menawar di marketplace. Oke sudah dulu awal ini nanti akan dilanjutkan lagi oleh si penulis 2. Bersambung...

Sabtu, 12 Januari 2019

Pengembara Dunia Nampak Di Solog

Musim Migrasi burung mulai tiba, Burung migran si pengembara dunia ini mulai berlabuh melewati lautan dan samudara.
Sedikitnya ada 73 ekor burung migran jenis gagang bayam terpantau di persawahan Desa  Solog Kabupaten Bolaang Mongondow.  pada 7 Januari 2019.
Beberapa meter dari lokasi saya mengeluarkan kamera membidik ke gagang bayam timur.
Burung migran berbulu putih, Kaki yang panjang Sayap berwarna hitam putih itu justru mempercantik tubuhnya. Ia berjalan menari-nari bak model,seolah ia sadar kamera telah membidiknya.
Gagang Bayam bernama latin Himantopus Himantopus diketahui merupakan burung migran yang daerah peredaranya dari eropa sampai Afrika Sub Sahara dan madagaskar ke timur sampai asia tengah.