Senin, 04 Februari 2013

Spirit Demo tergantung pada sebuah "Es"

Es merupakan sebuah  makanan yang dilahap pada saat ketika orang tersebut haus, Akibat terlalu lama dalam  aktivitas yang terkontak langsung dengan Matahari sehingga setiap orang merasa dahaga selain Air, juga ingin merasakan sebuah  es demi mereda rasa itu. Kurang tergantung, rasa apa yang ingin anda pilih untuk memenuhi kebutuhan rasa “butuh” tersebut.

Beberapa akhir ini, saya selalu melihat sosok pedagang Es ditengah-tengah para demontrasi, sejauh yang saya kenal, Ia merupakan salah satu bagian dari para demonstrasi.

Namun, kali ini saya tidak akan membahas tentang lebih detail lagi terkait demontrasi tersebut, yang saya lihat adalah perjuangan tentang pedagang.
Setiap kali  demontrasi, ia selalu ada ditengah-tengah, membawa sebuah tempat es yang berwarna merah muda dan menggunakan baju  seadanya serta penutup kepala (topi)  sambil berteriak Es..es..es..es diantara rerumbunan masa.

Suaranya pun  tak  kalah kuat dengan para masa demontrasi dengan menggunakan  perangkat aksi, seperti megaphone dan speaker aktiv, semakin kuat para Korlap berteriak dengan semangat, maka semakin kuat pula suara dari pedagang itu dengan lantang mengatakan Es..es..es..es. !!
Saya tak pernah habis fikir, disaat dan kondisi seperti ini masih ada yang memanfaatkan situasi, padahal kan demontrasi itu selalu identik dengan Anarkis, bisa jadi, hal-hal yang tidak mungkin akan terjadi.
Demontrasi yang memakan waktu berjam-jam bahkan sehari, ternyata membuat mereka kewalahan dan haus, disaat itu juga pedagang itu memanfaatkan situasi dengan menawawarkan Esnya kepada rerumbunan ,masa, “ es pak”, katanya. Ia menambahkan, pedapatan saya untuk Demo ini bisa lumayan, “ pendapatan kita kurang tergantung berapa lama mereka berteriak” Kata ia, disela-sela menawarkan Es kepada saya.
Selanjutnya dari titik aksi ke satu, kedua sampai pada titik aksi demontrasi terkahir, Ia selalu ada dalam setiap pergerakan.

Dari pantauan saya selama dalam pengawalan Aksi, Ia adalah orang yang seharusnya diberi perhatian, sebab dengan memakan esnya sangat membantu untuk mengisi kembali sprit para demontrasi, jadi baik korlap, maupun masa yang ada,Tentunya  akan membeli Es nya demi mereda Rasa haus.  Demi membangkitakan kembali rasa demontrasi itu, ditolong dengan sebuah es buatan pedagang Yang tak ingin Dikenal namanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar