Minggu, 12 Januari 2014

Penyakit Mematikan Serang Solimandungan, Ratusan Orang Meninggal


Bolmong – Dahulu kala sekelompok orang pergi  mencari tempat perkebunan yang cocok, awalnya mereka sempat mendapati pemukiman yang bernama Idogalan, seiring berjalannya waktu, tiba-tiba mereka diserang oleh penyakit mematikan dilokasi tersebut, entah penyakit itu datangnya darimana?. Yang pasti  ratusan orang meninggal kala itu.

Penyakit itu akan memakan korban lagi sehingga para kelompok tadi berpindah untuk mencari pemukiman baru yang jauh dari penyakit. merekapun tiba pada pemukiman yang luas dan cocok untuk dijadikan tempat tinggal yang diberi nama oleh kelompok yakni pogaledo, sayangnya mereka tidak lama di lokasi itu karena beberapa orang orang dari kelompok itu meninggal disebabkan oleh penyakit yang sama. 

Perjalanan pun dilanjutkan dengan melewati pergunungan dan rimba hingga pada akhirnya mereka tiba  pada pemukiman Notolindungan yang memiliki lahan yang luas dan cocok untuk bertanam, sehingga apapun resiko itu mereka tetap bertahan dilokasi tersebut, mereka lebih memilih tetap tinggal meski penyakit menggerogoti. Lama-lama kemudian para kelompok tadi melakukan musyawarah untuk membentuk serta menamakan sebuah lokasi itu sebagai area tempat tinggal, terbentuklah Desa solimandungan pada tahun 1967. Masyarakat Desa Solimandungan memiliki mata pencaharian sebagiannya adalah petani.  

Begitulah kira-kira cerita singkat sejarah terbentuknya Desa solimandungan.

Kurangnya Data, Informasi serta cerita rakyat yang hingga kini belum terangkum mendapat kesulitan bagi Saya Sehingga  untuk melakukan penyelusuran sejara-sejarah desa selalu mendapatkan kendala.. 

(Maaf Tulisanya agak Garing)


Sabtu, 04 Januari 2014

Warga Tunding PNPM Tidak Maksimal

Bolmong -Sejumlah warga yang berada dipesisir Objek wisata Pantai Bungin indah menunding Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri) tidak maksimal, pasalnya, program pengembangan objek wisata seperti Payung, dan pos jaga tidak sesuai dengan  harapan masyarakat.
Warga Motabang saat diwawancarai didepan pintu masuk 
pantai bungin indah 

Salah Satunya Salam Paputungan,menurutnya pembangunan pengembangan objek wisata terkesan asal jadi " ini pos jaga, dan payung sudah rusak, bangunannya pun tidak seperti yang kami harapkan" ujar Salam Paputungan kepada awak media saat ditemui di lokasi objek wisata pantai bungin indah. Jum'at,
( 03/01) siang ini.

Kepada media, ia menyebutkan anggran untuk Program nasional masyakat mandiri dalam pembangunan infrastruktur pengembangan objek wisata kurang lebih senilai 200.000.000. juta rupiah.
 " papan proyeknya sudah lama tidak ada, hilang entah kemana, yg saya ingat itu  anggaran PNPM itu 200.000.000 juta rupiah" tutupnya.

Pantai Bungin Indah, Penuh Tumpukan Sampah

Bolmong.- Beginilah potret objek wisata di pantai bungin indah didesa motabang kecamatan lolak kabupaten bolaang mongondow (bolmong).
tumpukan sampah yang berserakan dipantai bungin indah

 sejak empat bulan terakhir pantai bungin, objek wisata andalan lolak, dikotori sampah kiriman plastik dan kayu. hal ini tentunya sangat menggangu aktivitas wisatawan, selain menganggu pemandangan, banyaknya sampah juga hendak dikeluhkan wisatawan " Sudah lama tumpukan sampah ini disini dari plastik, kelapa,hingga kayu kering, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari petugas kebersihan setempat, " Kata fandy salah satu PNS yg berkunjung dilokasi tersebut, Jum'at, (03/01).

Ditempat yang berbeda Beres Paputungan selaku ketua eko wisata yang bertanggung jawab dilokasi itu, menjelaskan rencananya dirinya akan berupaya untuk melakukan pembersihan hanya saja untuk saat ini pihaknya masih ada pembangunan infrastukur sehingga untuk pembersihan pantai masih terhenti. " Kami masih fokus dengan pembuatan infrastruktur, seperti pembuatan MCK " ucapnya saat ditemui didepan pintu masuk Pantai bungin.

seperti diketahui, objek wisata pantai bungin indah ini, masih dikelola oleh masyarakat setempat yang terdiri dari  para pemilik lahan. 

Sabtu, 05 Oktober 2013

Hanya Sekedar Simpati Saja

Perkenalan bermula dari sebuah Media Online yang dinamakan dengan “Wechat” Pertemuan itu tidak cukup lama, hanya berkenalan dengan menggunakan Media Social wechat yang juga merupakan media hampir sama persis dengan Facebook, hanya saja ada beberapa Item dan Fitur yang tak bisa kita ketahui, dan sifatnya  “Privasi”.

Ia seorang  wanita, Berjilbab sesuai dengan Foto Profil yang Ia pasang,  tak tau seperti apa karakternya, Maklumlah kita belum langsung bertatap muka, tapi yang jelas dari gambar-gambar yang Ia buat mampu menggambarkan sifat keaslinya. Apapun yang ia rasakan selalu saja diungkapkan dengan Gambar-Gambar Itu.

Dibawah ini beberapa karyanya yang hanya digambar dengan sebuah peralatan mengambar seadanya.


Saat Sang Pria Memberikan Bunga Kebahagian
kepada Sang Istrinya.
 Ini membuktikan bahwa Kebahagian itu bukan dinilai dari
semahal dan sebesar apa materi yang kau berikan tapi ketulusan, kecintaan dan kesetian itulah yang perlu

Entah Siapa Ini, yang pasti  seorang kekasihnya

Gambar dihutan yang dikeliling pohon rindang sambil berdua
 rasanya ada kebahagian dan harapan disana

Mungkin Dia lagi sedih..Kasihan
Apapun yang terjadi tetaplah tersenyum
Inilah dia


Hidup itu bagaikan seperti gambar-gambar itu, ada Harapan, Impian, Senang, Sedih tapi pada akhirnya Kau adalah kau sebenarnya. Semangat dan terus berkarya Prily Dotulong..

Selasa, 10 September 2013

Rindu Dengan Bangselang

Bolaang Mongondow – Jauh berpuluh-puluh tahun lalu kata Bangselang sering terdengar di telinga kita apalagi kalau saat malam tiba. Kata Bangselang menggambarkan sosok manusia yang jahat dan bertubuh besar, tugasnya adalah menculik anak dan membunuhnya, salah satu bagian tubuh dari anak tersebut akan diambil dan ditanam dalam suatu bangunan entah itu Jembatan, Mall dan Perkantoran tujuanya agar bangunan tersebut bisa tetap berdiri dengan  kokoh dan kuat.
Ilustrasi 
 Menurut perkataan orang tua dulu, Bangselang ini sering keluar malam berjalan diseputaran Bolaang Mongondow untuk menculik anak dan memenggal kepalanya serta badanya dibuang. Sosok bangselang ini pun digambarkan dengan manusia yang berbadan besar dan wajah yang sadis.

Fenomena ini menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat untuk menakut-nakuti seorang anak.  kata bangselang kerap muncul saat anak-anak keluar malam, “Lua’i au, Oyu’on in Bangselang ” yang artinya jika anda keluar maka akan ketemu dengan bangselang. Meski banyak anak-anak yang tetap memaksa untuk keluar tapi sebelum jam sembilan malam ia akan pulang dengan secepatnya. Sebuah mantra yang ampuh meski Bangselang ini tidak pernah dilihatnya.

Seiring berjalanya waktu, Kata Bangselang kian memudar bahkan hilang ditelan zaman, kini anak-anak bebas keluar malam dan pulang kapan saja Ia mau. Rindu dengan  Sebuah kata mantra ajaib itu, kapan lagi ia ada di bumi totabuan ?!

Jumat, 19 Juli 2013

Belajar Hidup dari Dudung

Sebuah petikan kalimat yang cukup menginspirasi Yakni “ Kita berjuang untuk hidup, ataukah untuk hidup kita harus berjuang ” pekikan sebuah kalimat yang penuh makna. 

Salah satu pria keseharianya berprofesi sebagai petani membuat mata ini   terbuka lebar, sesaat ketika melihatnya  melintas didepan rumah. Saat itu, ketika hujan begitu deras terlintas seorang petani yang memakai baju kusut, penutup kepala  serta membawa  hasil pertanian dengan bersepeda, tak kenal hujan dan panas ia tetap berjuang demi memenuhi kebutuhan pribadinya.

Dudung namanya, Pria asal Mongkonai Kecamatan Kotamobagu barat, berjuang demi memenuhi kebutuhan pribadinya. Tak kenal hujan, panas, badai Ia tetap harus pergi ke kebun untuk mencari nafkah. Tuntutan hidup memang mendesak Ia untuk tidak mengenal sakit. Terkadang kita lupa orang-orang disekitar kita butuh untuk diperhatikan
Sosok seorang yang tekun, bekerja dengan ribuan benih dan bibit yang berukuran kecil dan luas lahan tentu membutuhkan ketekunan. Belum lagi mengelola lahan, memupuk tanaman, menjaga dari serangan hama dan penyakit serta memanen hasil sesuai umurnya tentu juga bukan pekerjaan asal-asalan.

Ditangannya,   nasib kebutuhan pangan manusia digengamanya profesi sangat keras bukan hanya memenuhi perut diri, namun menjamin kebutuhan pokok umat manusia. dititik inilah Dudung sanggup bertahan demi menjaga misi mulia.

Disi lain sisi dudung yang hanya bertamatan Sekolah Dasar (SD), hidup dengan kedisiplinan yang sangat tinggi, lihat saja sebelum ayam berkokok Ia sudah bangun. begitupun seterusnya,  Ia berfikir untuk tetap bangun pagi lebih utama daripada menghabiskan waktu untuk melepas lelah, Hidup dalam kedisiplinan adalah karakter yang harus melekat padanya. Dudung memang mengajarkan kita tentang makna dibalik perjuangan hidup ini.


Sabtu, 06 Juli 2013

Pemuda Setengah Tiang


Pemuda merupakan sebuah generasi penerus bangsa ini, beberapa ungkapan menjelaskan tentang kepemudaan, ada yang bilang bahwa pemuda adalah agent perubahan, ada juga yang katakan bahwa pemuda adalah generasi perusak, contohnya keterlibatan tawuran, minum-minuman keras dunia gelap yang lebih didominasi oleh pemuda sehingga citra pemuda merosot drastis , Lantas apakah masih ada kesemptan untuk memperbaiki semua itu ?? iya, masih ada. Namun kali ini saya tidak akan membahas persoalan itu,Saya tidak ingin bercerita  panjang baik dan buruknya pemuda itu, yang menjadi keprihatinan saya memanfaatkan momentum Pemilu  Legislatif  atas dasar bukan kemauan murni  mereka, akan tetapi paksaaan dari orang-orang yang ada dibelakangnya, orang tua dan keluarga.

Inilah yang menjadi prihatin, memang banyak sebagian pemuda yang terlibat dalam pencalonan Legislatif Kotamobagu 2014 nanti, namun tidak sedikit yang masuk didalam rana itu atas paksaan dari keluarga terdekat. Ketika ditanya apa tujuannya, ia pun menggelengkan kepala tanda tak tau, apalagi ditanya soal fungsi dari legislatif. memang saya tak pintar soal ini, apalagi soal Tupoksi lembaga tersebut, tapi melihat peristiwa ini saya cukup terharu, sangat dramastis rasanya.

Salah satu tokoh pemuda keturunan cina, yang berjuang dizaman Soekarno yaitu Sho Hok Gie, mengajarkan kita tentang kepemudaan, Ia melawan segala penindasan dengan tulisan-tulisannya, keterlibatan dia diberbagai organisasi, Film “jadi president” yang menceritakan tentang seorang Ofice Boy (OB) yang menjadi Presiden.

Disinilah kita bisa melihat bagaimana peran seorang pemuda bukan hanya sebatas ‘Iko Rame” dalam pesta, akan tetapi tau dan mengerti tentang maksud dan tujuan dari iko rame tersebut. Dan harus menjadi pegangan buat kita, saya, kalian, dan anda pemuda yang saat ini berjuang memperebutkan kursi Legislatif Kota Kotamobagu.  

Memang, sudah saatnya pemuda mengambil bagian dalam pesta legislatif nanti, tapi harus atas kemauan dan niat yang murni serta lahir dari jiwa pemuda itu sendiri, jika tidak, maka siap-siap mengangkat bendera setengah tiang dan menyanyikan lagu hening cipta tanda pemuda telah mati.