Rabu, 21 November 2012

Sejarah Desa Abak



Lolayan - Nama desa Abak berasal dari kata Lobak yang artinya daerah dibawah bukit yang terdapat sungai  kecil yang diapit kedua bukit. Kedua bukit tersebut kini nampak pada ujung desa di sebelah timur. Saat ini untuk hulu dari kali tersebut masih disebut penduduk desa dengan sebutan Luan Abak (hulu Abak). Dari sinilah sehingga oleh tua-tua kampung pada waktu itu bermusyawarah dan sepakat untuk menamakan desa yang baru terbentuk itu dengan nama desa ABAK atau sebuah desa yang diapit bukit dan mempunyai kali kecil
Jauh sebelum kemerdekaan di dengungkan dinegeri Republik Indonesia, sekelompok orang berjalan menjelajah demi mencari wilayah perkebunan baru untuk kehidupan anak cucu serta keturunan mereka.
Dari hasil penjelajahan tersebut, sampailah mereka pada sebuah daerah dataran yang awalnya adalah Hutan yang Lebat dan dikelilingi banyak perbukitan. Disana rombongan tersebut mulai menemukan lahan yang layak digarap untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Selain untuk perkebunan dan pertanian, ada niat untuk menjadikan lahan tersebut sebagai sebuah desa, sehingga dibuatlah musyawarah untuk merumuskan niat untuk bisa dijadikan kenyataan.
Sehingga pada tahun 1936 desa abak dari penuturan Mogoguyang (orang tua), daerah yang menjadi desa abak sekarang merupakan hutan belantara. Daerah ini merupakan dataran yang tidak begitu luas dan terdapat banyak sekali binatang liar maupun yang bisa diburuh seperti bantong ( sapi hutan), rusa, babi dan lain-lain.
Desa Abak Merupakan salah satu desa dikecamatan Lolayan dengan batas wilayah berbatasan dengan gunung Moyantow disebelah Utara, Gunung Ipakinya disebelah Selatan, Desa Tapa Aog disebelah Timur dan Desa Bombanon disebelah Barat.
Sejak berdirinya desa abak pertama kali dipimpin oleh M.M Dilapanga pada tahun 1942-1946, dilajutkan dengan P.M Dilapanga 1946-1948, M.P Sugeha 1948-1950, Abasi.P. Dilapanga 1950-1953, M.M Dilapanga 1953-1956, K.M Dilapanga 1956-1957, Agus Salim Mokoginta tahun 1957-1961, P.M Dilapanga tahunn 1961 s/d 1968, Djalil Mokoginta 1968-1979, Lein Ngantung 1979-1984, Budong Mokoagow 1984-1989, Andung.M.Sugeha 1989-1999, Husin Moko 1999-2004, Sumitro Tungkagi 2004-2009, Washar Gaib 2009-2010, Sumitro Tungkagi tahun 2010 Hingga sekarang.

Sementara itu, masayarakat desa Abak mempunyai sumber ekonomi tanaman tahunan seperti coklat, kelapa, kopi dan cengkih, selain itu juga tanaman yang diussahakan antara lain terdapat padi sawah, jagung, rica (cabe ), kacang tanah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kelurahan jumlah penduduk di desa tersebut berjumlah 255 KK sejak 2011  dan  memiliki prasarana 1 Gedung Balai Desa, 1 Gedung Kantor Desa, 1 Gedung Sekolah Dasar ( SD), Dan 1 Gedung Taman Kanak (TK). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar