Rabu, 21 November 2012

Sejarah Desa Mongkonai



Mongkonai berasal dari kata Alu Manai yang artinya (Ular Hitam)

KotamobaguTak banyak  yang mengetahui sejarah desa kelahirannya. Saat ini, Media Totabuan kembali mengingatkan bagaimana asal nama Kelurahan Mongkonai-Kotamobagu sekarang ini. 

Ternyata, nama Kelurahan yang merupakan gerbang masuk ke Kota Kotamobagu, diambil dari kata bahasa suku Bantik yakni Alu Manai ”  yang artinya Alu adalah ular dan Manai yaitu hitam atau dalam bahasa Mongondow banyak menyebutnya Ki Moyondi. Dari kata inilah menjadi dasar orang-orang terdahulu, dan dari masa ke masa disempurnakan menjadi Mongkonai.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pada zaman dahulu Mongkonai ditempati orang-orang suku Bantik dan suku Minahasa yang sudah bertempat di Bolaang Mongondow. Pada saat itu ada seorang anak menemukan ular hitam di tempat penimbahan air tepatnya di sebuah anak sungai. Dan sungai ini dinamai  “Alu Manai” yang kemudian menjadi Mongkonai. Sungai tersebut terdapat di tengah-tengah perkebunan penduduk yang letaknya sekitar 1km di sebelah Barat  Mongkonai.

Seperti diketahui, Kelurahan Mongkonai dilalui 3 (tiga) buah sungai kecil dan sebuah sungai besar yang bernama Onkag Mongondow. Tak jauh dari sungai itu, ada juga mata air yang dijadikan sumber air warga setempat, untuk air minum.
Sementar dari segi kewilayahan, sekarang sudah berkembang pesat. Setiap tahun pertumbuhan penduduk  terus bertambah. Data dari statistik pada 2009 penduduk berjumlah 1925  dengan jumlah kepala keluarga 543, rinciannya, laki-laki 874 dan perempuan 1046.

Dari segi pendidikan warga Mongkonai sudah semakin baik dan tidak ada lagi yang disebut tuna aksara atau buta huruf. Dengan tingkat pendidikan berdasarkan data yang diperoleh, belum sekolah berjumlah 282 orang, tamat SD 159 orang, tamat SLTP 69 orang, tamat SLTA 50 orang, tamat perguruan tinggi 40 orang

---Lihat Dokumenter Profil Mongkonai di Youtubee--
https://www.youtube.com/watch?v=6smTRFZfNB4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar