Rabu, 21 November 2012

Sejarah Desa Bintau



Passi – Nama desa Bintau diambil dari pohon kayu yang besar  yang bernama “Binta ‘ui”. Dari nama pohon itulah terbentuknya desa bintau.

Pada zaman dahulu kala desa bintau terletak suatu daerah yang bernama Deposia, . dalam kehidupan bermasyarakat, Mereke Hidup dalam berkelompok sehingga terbentuknya Desa Bintau dan Bulud.

Suatu ketika masyarakat tersebut diserang oleh wabah penyakit, sehingga terbentuklah kelompok-kelompok yang ingin berpindah ke tempat lain.

Kelompo-kelompok itu terbagi tiga, pertama kelompok yang pindah ke kaki gunung, kelompok yang pindah dan menetap di desa bintau yang dulunya bernama “Bolayong” ( pohon durian yang paling besar ), dan juga masyarakat yang menuju ke wilayah pergunungan (Bulud).

Pemisahan kelompok ini terjadi pada tahun 1981, Menurut cerita rakyat  kelompok yang berada di kaki gunung ( Bolayong), Salah satu orang dari kelompok tersebut menemukan Sebuah Kayu yang besar bernama “Binta’ui” dari nama tersebut kelompok Bolayang tadi mengganti dan menamainya Bintau. Pada masa kepempinan Ato Mokodongan selama kurang lebih 14 tahun.

Dalam kehidupan bersosial, warga Bintau menganut system Adat  Nenek Moyang Bolaang Mongondow yaitu “I Paloko Bo Kinalang” dengan Motto “Obagai’ai akuoi ba bibitonku moiko”.

Desa bintau dipimpin pertama kali oleh Ato Mokodongan pada tahun 1981 sampai dengan 1932, dan saat ini dipimpin oleh Hamdi Mokodongan sejak 2009 Hingga sekarang .(m-10)





1 komentar: