Selasa, 12 Agustus 2014

Kolipot


Kolipot - Masih banyak mungkin yang tak tau menau apa itu kolipod, kolipod adalah nama jenis daun yang  hidup di hutan, selain dihutan juga terdapat di halaman rumah yang sengaja di tanam masyarakat. Selain itu, bagi masyarakat mongondow daun itu difungsikan sebagai  pembungkus nasi, hal ini dilakukan agar nasi tersebut tidak cepat busuk.

Jauh sebelumnya, pada masa lampau kolipot ini memang sudah digunakan oleh masyarakat mongondow, pada kegiatan-kegiatan tertentu misalnya pada sebuah pernikahan, atau mungkin pada saat bepergian jauh. Selain fungsinya sebagai menjaga keawetan  nasi juga mempunya sisi rasa khas tersendiri.

Sementara itu, mantan Ketua Aliansi masyarakat adat Bolaang Mongondow (amabom) Zainal Abidin Lantong ketika ditemui dirumah kediamanya, menurut dia kolipod ini punya nilai tersendiri dimana mampu menjaga keawetan nasi hingga berhari-hari seharusnya tradisi ini ditananmkan pada setiap diri sanubari warga Mongondow.

“ Kalau di jawa ada ketupat, ya..seharusnya di mongondow pula harus ada  tradisi ini sebagai penutup lebaran,” katanya.

Pekan lalu, setelah lebaran Idul Fitri di setiap pelosok Bolaang Mongondow (Bolmong)  ada banyak yang telah menggelar kegiatan makan-makan yang dinamakan dengan hari raya kolipot, di mopait misalnya menggelar hari perayaan tersebut yang bertepat dilapangan mopait. Hari raya itu dihadiri ratusan pengunjung dan sangat meriah.

Kamis, 07 Agustus 2014

Lebaran di Tanah Rantau

--Rinduku Adalah Rindu Mencerdaskan Daerah--


Gorontalo-   Setiap orang tentu mempunyai alasan tersendiri mengapa dia lebih mengabdi di daerah orang selain ditempat kelahiranya sendiri, tentu itu semua ada pilihannya. Namun sejauh apapun mereka berada pasti tidak akan lupa dimana ia dilahirkan, dan pasti ada kerinduan yang sangat mendalam, apalagi pada saat moment-moment tertentu.
Nampak Tato memakai kaos hitam

Lebaran  Idul Fitri kali ini, menyimpan kisah bagi seorang mahasiswa asal lolak yang mengenyam pendidikan di Univesitas Negeri Gorontalo (UNG), Hartato Paputungan mahasiswa yang cukup lama di gorontalo itu   mengakui lebaran kali ini dirinya sangat merindukan keluarganya terlebih orang tuanya di kota kelahiranya tapi sayang ada sesuatu hal sehingga ia tak bisa pulang ke kampung, meski begitu Tato sapaan akrabnya selalu  percaya dengan keyakinanya bahwa suatu saat dia akan pulang dengan membawa toga sebagai cendra mata bagi orang tuanya, “ Insyallh ”. Satu kata yang di ucap Tato.

Kepada awak media, saat bertandang di kosnya tepat di belakang asrama bogani  (Asbog) Gorontalo, menceritakan sudah delapan tahun lamanya ia tak pulang sejak dirinya masih bersekolah di  Sekolah Menengah Atas (SMA) Gorontalo. Selain dirinya kuliah ia juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, “ Kerja apa saja yang penting meghasilkan uang”.  Katanya

Ketika awak media menanyakan persoalan di bolmong, sebagai mahasiswa dirinya mengatakan bahwa di Bolaang Mongondow (Bolmong)  pembangunan nya tidak merata, tidak meratanya pembangunan di segala sector harusnya menjadi tantangan tersendiri bagi seorang mahasiswa, lanjutnya setiap mahasiswa yang peduli terhadap Daerah asalnya ketika tekad sudah bulat tidak ada keraguan untuk melangkah kan kaki saat meninggalkan tanah kelahiran ke negeri orang untuk mencari ilmu. Sudah selayaknya diimbangi dengan tekad yang luar biasa  juga  tekad yang ditanamkan yaitu tekad suatu saat akan kembali untuk membawa perubahan.  

“Rinduku  adalah  rindu untuk mencerdaskan daerah, rindu membawa perubahan, rindu membangun tanah kelahiran.” Tutupnya sembari menuangkan minuman dingin kepada awak media.

Jumat, 01 Agustus 2014

Jaminannya apa ??


Pada dasarnya kita sebagai pria selalu berharap pada sesuatu yang belum tentu menjanjikan, kadang pula kita harus berupaya dan usaha segala cara untuk mengejar sesuatu itu tapi pada akhirnya tetap hasilnya Nihil , kita tidak pernah tau apakah usaha ini akan membuahkan hasil atau tidak ? hasilnya nanti dikemudian hari ketika semua itu sudah dilakukan, bersyukur kalau misalnya hasil endingnya sesuai dengan harapan kita itu berarti apa yang sudah kita lakukan tidak sia-sia. 

Tpi bagaimana dengan usaha cara upaya  yang kita lakukan namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan ?? tentu, yang ada hanyalah kekecawaan, dan sia-sia. Yang saya maksud disini adlah jaminan seorang pria ketika harus mempertahankan wanita dengan segala perjuangan dan caranya agar supaya wanita itu tak akan berpaling darinya atau mungkin pada akhirnya mereka akan membina keluarga.

Ada banyak memang yang sudah berusaha dan menikah, namun tidak sedikit pula yang sudah berjuang hingga bertahun membina suatu hubungan tapi pada akhirnya kandas di tenga jalan. Efeknyapun akan berdampak pada psikologi kita mungkin kekecewaan yang berkepanjangan dan putus asa seumur hidup sehingga siapapun pria itu tak lagi akan mengenal dunia ini. Pertanyaanya kemudian adalah : 

Adakah jaminan bagi seorang pria bahwa upaya dan usaha (dalam masa pacaran)  yang dilakukanya sesuai dengan impiannya nanti (menikah) ??


Selasa, 22 Juli 2014

Idul Fitri dan Tradisi Pumpun

Pumpunisme- Hal yang wajar jika misalnya kegiatan beli membeli barang itu dilakukan, namun berbeda kalau kegiatan tersebut dilakukan pada moment-moment tertentu. Ada keunnikan tersendiri misalnya  ketika menjelang hari kemenangan umat islam idul fitri 
Di Bolaang Mongondow (Bolmong) kegiatan belanja kebutuhan ini disebutkan bahasa trendnya nya “pumpun”, yang artinya mengankat biasanya kata ini disebutkan untuk mengangkat apapun tapi dengan  jumlah yang banyak, salah satu contoh msalnya,“pumpun pa in lambung sin monguyan” artinya angkatlah pakaian itu sebelum hujan turun. Dari dasar itulah warga menyebut pumpun pada kegiatan belanja di hari lebaran itu. “ So ba pumpun ngana ?” tanya Mu Korompot, yang artinya apakah sudah berbelanja baju.
Masyarakat yang henda berbelanja (Ilustrasi)
Tak tanggung-tanggung masyarakat membeli barang-barang dengan jumlah yang banyak lihat saja  masyarakat berbondong-bondong berkunjung ditempat-tempat supermarket membeli keperluan hari raya dipusat-pusat perbelajaan, selain kebutuhan poko (sembako) makan-makanan terutama daging dan minuman, juga masyarakat berlomba-lomba membeli pakaian dan asesoris, barang elektronik, hingga kendaraan bermotor ditambah lagi dengan diskon dimana-mana.  Sebagian masyarakat, seolah ‘merasa wajib’ membeli berbagai barang konsumsi tersebut dengan dalih momen Ramadhan dan Idul Fitri adalah momen yang sangat istimewa.
Bahkan tak sedikit yang akhirnya kehilangan rasionalitas; mengutang sana-sini, menggadaikan barang berharga, meminjam uang di bank, semata-mata demi memenuhi kebutuhan “serba ada, baru dan banyak ”di saat idul fitri.
Tak heran jika bagi kalangan produsen, saat-saat menjelang lebaran adalah masa-masa panen keuntungan, karena volume penjualan barang yang mereka produksi atau yang mereka jual, biasanya meningkat berkali-kali lipat.

Kamis, 03 Juli 2014

Jayalah Kota Serasi (Kotamobagu)

Jayalah Kota serasi

*Sebagai anak petani dari mongkonai  saya melihat Kota serasi  ini ibarat sebidang tanah   yang  ditanami  tumbuhan  yang telah mati, tumbuhanya ada hanya tanahnya  yang terjal, kering  gersang dan berbukit2.

*Mungkin tanah  itu bisa  subur dan  menghasilkan  hasil pertanian yang tinggi tapi sayang  tertutupi hasrat pribadi, mengumpulkan  harta duniawi demi   memperkaya diri.

* Kota serasi  ini memang seperti sebidang tanah   dengan berbagai  jenis tumbuhan , ada werdhi agung, modayag, bilalang, mongkonai,mongondow, mogolaing hingga pasi, bersatu dalam pelukan bogani.

*Delapan tahun sudah pemilik tanah ini tergantikan tapi masih jauh dari kata “MONOMPIA KON LIPU KITA”.  Inilah cerita dari sebidang tanah kita.

Mencoba untuk membuat puisi "abal2", terinspirasi dari bang abdur salah satu peserta di stand up comedy.

Senin, 30 Juni 2014

Pekikan Kalimat Inspirasi

Dibawah ini, beberapa kutipan kalimat menginsipirasi yang saya dapatkan ketika berbicang-bincang dengan sejumlah kawan dilingkungan sekitar, mulai dari kalangan tokoh pemuda, budaya, agama serta tak punya kapasitas apapun selain menjabat sebagai pemimpin keluarga.

“Usaha itu bagian dari seni, dan seni butuh ketenangan/kepercayaan supya bisa menciptakan maha karya yang luar biasa. artinya klu mampu mengolah ini dengan komitmen dan dorongan dari dalam diri insyallah kesuksesan akan mengikutimu .(Pedagang Pulsa -Mu Korompot)

Fisik Boleh Menua tapi jiwa harus tetap muda (Om Ole-Mongkonai )

Meski tak sesuai dengan harapan tapi paling tidak kita sudah berusaha, hidup ini tentang apa sih, kalau bukan soal proses/perjuangan (Move On-Enzu Paputungan)

Saya Prihatin melihat kondisi budaya adat khusunya bahasa yang makin hari kian punah 
( Tete Kisman Mokodompit-Wangga)

Seharusnya media cetak lokal dan eletronik menjadi ujung tombak perubahan daerah Bolmong Raya (Iswahyudi Masloman-Penyiar Dc Fm Kotamobagu)

Kamis, 08 Mei 2014

Bercerita Dalam Foto

Catatan ini saya copas di sebuah blog, setelah membaca tulisannya  ada daya tarik tersendiri, ada rasa gejolak yang lahir dari jiwa yang menuntun kita untuk berkarakter seperti dia ..


Bercerita Dalam Foto


Pastinya ada banyak sekali alasan kenapa Kita mencintai fotografi, dan alasan yang paling sederhana adalah karena sebuah foto atau foto berseri yang memiliki cerita pada saat kita melihatnya. Selama berabad-abad orang-orang berkumpul di sekitar api unggun, alun-alun tengah kota, makan bersama dan menceritakan kisah mereka masing-masing, dan ini sudah menjadi sebuah kebiasaan bahkan kebudayaan yang sering dilakukan. Sekarang sedikit banyaknya hal tersebut mulai bergeser, banyak orang-orang tua yang mengeluh bahwa seni bercerita telah hilang seiring dengan berkembangnya teknologi.

Ilustrasi diatas memang ada benarnya, tetapi kemungkinan juga hanya cara kita bercerita telah berubah. Salah satu media untuk bercerita pada era sekarang adalah lewat fotografi digital. Sebuah foto memiliki kemampuan untuk menunjukkan emosi, gairah, narasi, gagasan serta pesan, dan semua itu adalah elemen-elemen penting dari aktifitas "bercerita". Tentu saja menceritakan sebuah kisah bukanlah suatu hal yang terjadi begitu saja. Seorang pencerita atau pendongeng yang baik pasti telah belajar bagaimana bercerita dan mengaplikasikan keahlian mereka. Berikut ini adalah beberapa tips bercerita lewat fotografi.
CERITA PENDEK
Cerita datang di semua bentuk serta ukuran. Beberapa adalah cerita panjang (novel sampai trilogi) tetapi lainnya bisa merupakan cerita pendek, jika kita melihat dari sudut pandang fotografi bisa jadi itu merupakan satu atau dua foto yang bisa bercerita. Kebanyakan fotografi surat kabar cocok dalam kategori foto cerita, dimana satu foto menggambarkan esensi dari sebuah cerita yang disertakan dalam surat kabar tersebut. Dalam surat kabar tidak memiliki beberapa frame eksklusif yang berisi perkenalan, ulasan, serta kesimpulan, jadi surat kabar hampir selalu berusaha menceritakan kisah tentang satu aktifitas daripada cerita atau event yang panjang.
Foto : Tanda Larangan Masuk diambil dilingkungan satlantas polres bolmong
Foto yang bisa bercerita memerlukan sesuatu yang unik untuk menarik perhatian orang. Mereka biasanya memiliki focal point yang secara narasi atau visual mengarahkan orang ke dalam foto tersebut. Foto yang berisi cerita pendek kebanyakan membawa penikmat foto agar bertanya-tanya dan berpikir tentang apa yang mereka lihat, bukan karena mereka tidak mengerti, melainkan karena timbul sebuah intrik dan membayangkan apa yang terjadi di balik foto tersebut, dan menerka-nerka adegan-adegan berikutnya setelah gambar tersebut diambil.
Ciptakan Hubungan
Ketika bercerita melalui satu gambar atau foto pertimbangkan untuk memasukkan lebih dari satu orang ke dalam frame, melakukan ini berarti Anda memasukkan unsur "relasi" ke dalam foto, dimana akan menumbuhkan pengalaman visual orang yang melihat foto. Perlu diingat, berhati-hatilah melakukan framing terhadap orang kedua dari foto Anda bisa menambah cerita yang Anda coba ceritakan. Meninggalkan bukti orang kedua yang tak terlihat dalam foto bisa menimbulkan pertanyaan  pada benak orang yang melihat foto Anda (Contoh: sebuah foto seseorang yang sendirian di meja dengan Dua gelas kopi di depannya, atau foto seseorang yang seolah-olah berbicara pada orang yang tak terlihat). Elemen yang tidak terlihat bisa merubah cerita cukup signifikan.

Berpikirlah Tentang Konteks
Apa yang terjadi di sekitar subyek? Apa yang ada pada background? Apa yang diceritakan elemen lain dalam foto tentang subyek utama dan apa yang terjadi dalam hidup mereka? Tentu Anda tidak ingin terlalu melakukan skenario pada background Anda, melakukannya akan mengakibatkan foto Anda menjadi klise.

CERITA DENGAN FOTO BERSERI
Salah satu kesalahan yang biasa ditemukan pada seorang fotografer pemula, adalah mereka cenderung berusaha menempatkan setiap elemen cerita ke dalam setiap foto yang diambil. Hal ini akan menghasilkan foto bisa dikatakan 'sedikit kacau' dimana di dalam foto tersebut ada banyak focal point dan itu akan membingungkan orang yang melihatnya. Salah satu cara yang bisa menghindari hal ini dan tetap bertujuan menyampaikan sebuah cerita adalah dengan mengambil foto berseri, dengan artian apa yang Anda lakukan adalah membuat semacam film dengan menggunakan foto Anda. Seperti yang kita ketahui sebuah film adalah ribuan foto yang berurutan dan berjalan bersamaan untuk menyampaikan sebuah cerita.

Foto berseri yang digunakan untuk menyampaikan cerita bisa dalam berbagai bentuk, termasuk dua atau tiga foto yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah frame atau kolase berisi ratusan foto yang diatur dalam sebuah album. Foto berseri yang bisa mudah ditemukan dan sangat familiar adalah aktifitas fotografi yang Kita lakukan pada saat liburan. Sadar atau tidak, foto berseri tersebut merupakan dokumentasi dari pengalaman kita berlibur selama beberapa hari atau minggu, bahkan bulan. foto berseri yang lain adalah foto pernikahan, pesta, konferens, dan lain-lain.

Struktur
Saya tidak mempelajari secara khusus tentang apa itu seni bercerita, tetapi bukankah sejak duduk di bangku sekolah Kita mempelajari bagaimana berkreasi dengan tulisan? dan sebuah cerita yang bagus tidak muncul begitu saja, mereka butuh perencanaan dan terstruktur. Sebelum mememulai dunia fotografi, cerita Anda tergantung dari tipe foto yang ingin diceritakan. Cerita-cerita dasar biasanya akan terdapat elemen-elemen seperti perkenalan, plot/body dan kesimpulan

1. Perkenalan/Introduksi - Foto yang menempatkan gambar ke dalam konteks. Foto ini memperkenalkan carakter penting yang ada di dalamnya, berikan informasi tentang dimana tempat kejadian terjadi, berikan tone agar foto bisa bercerita dan menginformasikan tema cerita yang berliku. Sesi perkenalan dibutuhkan untuk menuntun penikmat foto ke dalam badan cerita, jika Anda pernah membaca sebuah novel, seringkali beberapa paragraf pertama sangat menentukan apakah orang akan membeli serta membaca sampai habis novel itu atau tidak. Hal yang sama juga berlaku  pada cerita berbentuk visual. Foto perkenalan/introduksi akan memberikan suatu alasan pada orang untuk melihat lebih dalam lagi. Seperti pada album foto travelling, foto-foto awalnya akan memperlihatkan seseorang yang lagi berkemas, sertakan foto close up peta tujuan atau tiket untuk memperkuat cerita yang ingin disampaikan.

2. Plot - Cerita yang baik adalah lebih dari kata-kata kosong. Mereka seharusnya berisi gagasan, perasaan, pengalaman dan lain-lain pada tingkat yang lebih dalam. Foto yang berisi plot cerita mungkin akan berisi cerita yang lebih dominan, mereka menunjukkan apa yang sedang terjadi tetapi tetap berisi tema dan gagasan. berikut ini merupakan beberapa contoh tema foto cerita:
·                     Tema visual: Warna serta bentuk yang sering muncul, sebagai contoh album yang berisi foto-foto bangunan dengan bentuk hampir sama serta laut yang biru. Foto-foto seperti itu akan memunculkan karakter yang sangat kuat.
·                     Tema style: gaya serta teknik fotografi yang berulang, contohnya ketika Anda berlibur di suatu tempat wisata, cobalah untuk memotret foto makro bunga-bunga secara berseri, dan ketika teman Anda melihat koleksi foto tersebut, dia akan menemukan koleksi foto bunga-bunga dari tempat yang berbeda.
·                     Tema lokasi: Memotret jenis tempat yang mirip atau sama, contoh: memotret tempat dengan background dan aktifitas yang sama, seperti pasar tradisional di berbagai daerah. Anda akan menemukan keunikan dari kemiripan serta perbedaan diantara pasar-pasar tradisional tersebut.
·                     Tema Relasi/Hubungan : Memotret dengan fokus ke seseorang. Mencoba menangkap cerita suasana hati dari seseorang yang dekat dengan kita atau bisa juga dokumentasi hubungan personal teman-teman kita, saudara, pasangan, dan lain-lain.

Sebuah foto seri yang bercerita bisa terbentuk dari satu atau lebih tema. Tidak semua foto travelling akan muat dengan hanya satu tema, tetapi ketika Anda berusaha mewujudkannya dan berhasil, semua pasti akan terbayar lunas. Terkadang tema foto akan muncul ketika Anda sedang berada di dalam aktifitas fotografi itu, seperti ketika muncul ide baru ketika berada dalam perjalanan travelling. Tetapi banyak juga yang memang harus dipertimbangkan serta dipersiapkan. Seperti contoh diatas, dimana tema 'pasar' serta 'bunga' merupakan sebuah tema yang harus di pertimbangkan sebelum melakukan perjalanan. Rencanakan sebuah tema dan carilah tempat untuk mewujudkan foto-foto Anda.

Beberapa fotografer bahkan menuliskan sendiri daftar foto yang harus mereka ambil (foto pernikahan), dan yang lain hanya sekedar mengingat-ingat daftar itu di pikiran mereka. Kebanyakan fotografer yang baik adalah mereka yang memiliki kemampuan tidak hanya memotret secara spontan, tetapi juga merencanakan serta mewujudkan foto-foto dalam sebuah tema fotografi.

3. Kesimpulan - Pencerita yang baik selalu memperhatikan bagaimana cerita tersebut berakhir. Kesan akhir sangat diperhitungkan dan pastinya mempertimbangkan foto akhir/penutup akan sangat menentukan kesan dari penikmat foto Anda. Anda hendaknya membuat cerita tersebut singkat dan rapi, dan cerita yang bagus terkadang membuat orang penasaran, tetapi pertimbangkan juga bagaimana jalannya akhir cerita. Sebagai contoh pada album foto travelling, sertakan foto atau gambar matahari tenggelam di waktu senja, atau foto air port, pesawat terbang, makan malam terakhir liburan, dan lain-lain
Editing
Seperti pada novel, sebelum terbit mereka selalu melewati tahap yang dinamakan editing. Novel tersebut dikaji ulang dan di edit sampai ke dalam bentuk yang siap jual. Hal ini berlaku juga pada fotografi yang bercerita, editing dilakukan dari satu foto seperti cropping, sharpening, color enhancement, dan lain-lain sampek ke presentasi foto secara berseri. Ketika menyusun dan mepresentasikan foto berseri, pemilihan foto merupakan pertimbangan yang sangat penting. Pisahkan foto yang bercerita dan foto orang terdekat dalam album yang terpisah.
sumber : http://www.infotografi.com/2012/07/bercerita-lewat-fotografi.html